Tuan.. aku masih suka Kau tempatkan di surga ibuku
Tuan Kau berkata padaku untuk pergi
Agar aku mencicipi udara
Agar aku bisa dewasa
Tuan, aku belajar untuk berbicara denganMu
Meski aku tahu, Kau lebih paham dari mulutku sendiri
Meski aku tahu, ceritaku tertulis dari tintaMu
Meski aku tahu, Kau membaca pikiranku
Tapi Tuan, kini aku sudah separuh perjalanan
Aku ingin bertemu pangeran
Bisakah Kau memberiku seorang terpilih?
Seorang yang akan jadi lentera disetiap malam bahkan
siang
Tuan, pahamilah, aku bukan lagi rengek-an dikala
malam
Aku bukan lagi celotehan dikala siang
Aku adalah mulut yang lihai berbicara
Dan aku adalah hati yang belajar memberi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar