Kamis, 26 Desember 2013

Sahabat

Sebiru langit pagi ini
Kenangan membeku dengan kuat
Membuat mata enggan beristirahat

Teringat celoteh riang seorang anak
Anak dalam tubuh dewasa akhir
Begitu renyah suaranya
Akan terasa lapar bagi siapa saja yang mendengarnya

Waktu takbisa memastikan
Kapan suara itu akan terdengar lagi
Langit tak bisa menggambarkan
Kapan kebersamaan itu akan tercipta kembali
Bintang tak berani mengernyip
Kapan bahagia itu berdendang lagi

Walaupun begitu
Biarkan helaan nafas kita sendiri
Yang mengingat indahnya
Yang mengingat kehangatannya
Yang melukiskan kegembiraanya
Yang mengekalkan kenangan kita

Rabu, 25 Desember 2013

"Baiklah"

sepertinya...
sejak mentari belum enggan pergi
Kau henda menayakan sesuatu padaku
Tentang kegelisahan ku
gelisahku menunggu balasan rindu

Kau bertanya
"untuk apa?"
lalu ku jawab
 "aku merindukannya"

Kau menjawab
"ia mengabaikanmu"
lalu aku membela
"mungkin ia sedang sibuk"

Kau mulai kasihan padaku
"setidaknya, pedulilah pada waktu mu terlebih pada hatimu"

aku tak punya tanggapan untuk Mu
wajah teduh bunda ku bertaburan bak pasir di negeri Muhammad
menghambur dalam mataku
dan membuat tenggorokanku tercekat

"Baiklah"
kata yang bisa ku ingat saat ini

Selasa, 24 Desember 2013

Beritahu Aku



Tuhan..
Aku tau Kau paham tentang hatiku
Aku tau Kau paham tentang gundahku
Namun aku ingin memastikan
Bahwa Kau benar-benar tau aku merindu
Aku menunggu
Terus menunggu
Hingga lelah memelukku
Enggan meninggalkanku

Tuhan...
Sedang apa dia?
Pernah kah Kau izinkan dia untuk memikirkanku?
Tuhan...
Bisakah Kau memberiku sedikit clue?
Agar aku tau Tekateki Mu

Senin, 16 Desember 2013

Pertanyaanku Ku Pada Hati

Sudah saatnya merpati yang kau punya diterbangkan
Ia tidak lagi terluka
Ia hanya sudah bosan dengan kata bertahan
Ia hanya sudah bosan duduk diam dalam hatimu

Aku tau engkau lupa caranya menerbangkan
Tapi ia akan mengajarimu
Karena ia pernah terbang
Karena ia suka terbang

Mudahkanlah hatimu
Agar mudah juga jalanmu
Pilihlah jalanmu
Agar aku temui juga merpati baru

Mudah?
Jangan dijawab dengan 'bibir'
Karna aku hanya bertanya pada hati