Senin, 29 Desember 2014

Biji Salak

Satu biji salak terlempar
Ke pelataran sebuah rumah
Ia tersentak beberapa kali
Sebelum kemudian ia terhenti

Sejenak ia berpikir
Oh mungkin aku akan tumbuh disini
Di atas tanah yang terpilih
Dengan selimut hangat mentari

Langkah kuat terlihat dari ujung matanya
Dua jejak yang ditinggalkan
Menyeramkan
Tak beraturan

Belum berhenti ia memperhatikan
Langkah kuat itu menyepaknya
Terpelantinglah ia
Tiga hasta jauhnya

Ia kembali terhentak beberapa kali
Dalam tiap hentakkan itu ia berontak
Tapi angin mencengkeram setiap sisi tubuhnya

Seolah mereka membentak
Diamlah!! Kau bodoh!!
Ia tetap memberontak
Semakin mencoba semakin habis tenaganya

Tiba lah ia diperhentiannya
Ini bukanlah tempat yang ia inginkan
Tanah tandus
Jauh dari hangat mentari

Mungkinkah dia bisa hidup?
Apakah ia meminta untuk ini?
Apakah ia baik-baik saja?
Dia tidak pernah baik-baik saja.

Kediri, 29 Desember 2014
,,and feel hurt too

Jumat, 26 Desember 2014

Ayah

Ayah,,,
Tak hanya engkau yg ingin membagi nafasmu untk kami anakmu
Tapi aku pun juga ingin membagi nya dengan mu

Ayah
Aku tak pandai berpuisi tentang bgaimana aku menyayangimu
Semoga engkau bisa merasakannya
Meski tak terucap
Meski tersirat dalam kebekuan ku

Ayah
Rinai dari matamu membuatku begitu kecil
Jika saja aku seorang ahli
Tanpa kesana kemari
Kau akan terobati

Ayah
Bersabarlah
Tuhan kita begitu peduli
Ia memberi kesempatan pada kita
Untuk bisa lebih dekat dengan Nya

I will always love you
My superhero
My great father

Kediri, 26 Desember 2014

Selasa, 23 Desember 2014

Sunyi yang Sama

Hidup selalu berjalan seperti ini
Terdapat beberapa pilihan
Yang mau tak mau
Salah satunya harus ku makan

Apa yang tersedia
Tak selalu sesuai selera
Tapi menu tetaplah menu
Saat ini tetaplah saat ini

Kalau saja berdebat adalah solusi
Dan berdebat membuat pilihan berganti,, mungkin akan ku lakukan

Tapi aku tau rasanya
Rasa strobery tak pernah berubah dimalam hari

Yang ada saat ini
Tak akan sama dengan yang ada kemarin

Namun sunyi ini
Tetap sama seperti malam sebelumnya

Kediri, 23 Desember 2014

Rabu, 03 Desember 2014

Terbiasa sakit

Aku sengaja menyakiti hati ku sendiri
Aku berpikir bahwa aku akan cepat terbiasa jika kau menyakiti aku

Kau bilang, kau tak ingin menyakiti ku
Sebelum kau berniatpun aku sudah sakit

Aku memang belum terbiasa
Beradaptasi dengan hal yang ku benci

Maaf mu mudah
Kau mengulangi lagi dan lagi

Jangan kau repot membuat jadwal untuk ku
Jadwal sakit hati
Hati ku tidak sefleksibel itu

Biarkan ak lebih sakit dan sakit
Semoga kelak, saat kau kembali menyakiti aku
Aku akan terbiasa

Kediri, 3 Desember 2014