Selasa, 15 April 2014

Merindui Cahaya



Riak-riaknya tak pernah putus
Entah disentuh atau tak tersentuh
Ia seperti bergetar setiap hari
Tak kenal letih siang sampai pagi

Ia seperti awan
Menggelayut di atas rerumputan
Hijaunya menyenangkan
Layunya menyakitkan

Terkadang lebih terliat seperti bulan
Satu titik diantara hitam
Bersinar sendirian
Berteman kesepian

Begitulah nestapa merindui cahaya
Berganti sepanjang musim
Memuai sepanjang siang

Sabtu, 12 April 2014

Tuan Ku



Tuan.. aku masih suka Kau tempatkan di surga ibuku
Tuan Kau berkata padaku untuk pergi
Agar aku mencicipi udara
Agar aku bisa dewasa

Tuan, aku belajar untuk berbicara denganMu
Meski aku tahu, Kau lebih paham dari mulutku sendiri
Meski aku tahu, ceritaku tertulis dari tintaMu
Meski aku tahu, Kau membaca pikiranku

Tapi Tuan, kini aku sudah separuh perjalanan
Aku ingin bertemu pangeran
Bisakah Kau memberiku seorang terpilih?
Seorang yang akan jadi lentera disetiap malam bahkan siang

Tuan, pahamilah, aku bukan lagi rengek-an dikala malam
Aku bukan lagi celotehan dikala siang
Aku adalah mulut yang lihai berbicara
Dan aku adalah hati yang belajar memberi

Jumat, 11 April 2014

Pecinta Ulung

mentari pagi
sinarnya mencumbui bumi
tak lelah hingga senja menghampiri
mengajaknya bersembunyi
bercengkerama di balik punggung jagat raya

mereka terpisah oleh waktu
mereka juga terpisah oleh takdir
namun mereka setia
membuat janji dikala senja
menepatinya dikala pagi

mereka bersabar
hari demi hari
sejak kelahiran adam
hingga kematian garis keturunannya
mereka tak pernah mengeluh

mereka pecinta ulung
kala petir memekakkan telinga
kala camar-camar menyombongkan sayapnya
mereka hanya tertawa

 mereka membela dengan lihai
"masih indah kesabaran kami
masih indah cinta kami
masih indah pengabdian kami
dan masih berharga pengorbanan kami"





Setahun Lalu

Setahun lalu
Tiap kali ku tenggelamkan mataku di  matamu
Seketika itu aku bisa berbunga
Karna di matamu ada namaku

Setahun lalu
Jika ku rapatkan telingaku di dadamu
Aku bisa terbang
Karna disana ada jantungku

Setahun lalu
Jika ku rapatkan nadiku di tanganku
Aku bisa menjadi orang paling damai di dunia
Karena disana ada hidupku yang menggelayut manja

Setahun lalu
Kau milikku
Kau hariku
Kau menitku

Setahun lalu.. kau adalah aku.