Jumat, 31 Agustus 2012
Dayang
Camar-camar disana mengabarkan dengan gembira hadirnya pangeran malam
banyak dayang berlomba-lomba keluar dari persembunyian
hanya untuk sebatas menikmati wajahnya
dan berharap sinarnya membias ke hati mereka
namun di tempat tersembunyi
masih tertinggal dayang kecil tak berteman
menunggu keajaiban malam
berharap prajurit mengoyak beban dan membebaskannya
dipandangnnya langit muram di ufuk timur
sama muram dengan keadaannya
tentang rindu yang tiada tersampaikan
tentang cinta yang tiada kepastian
tentang penantian yang tiada ujung pemberhentian
disapukannya wajah kotor itu dengan tangan naif
tak mampu pergi dari hati yang tak pasti
hanya bertahan dan percaya kepada pencipta rasa
disana ia menggantungkan nasibnya
Selasa, 28 Agustus 2012
MATA
satu kedipan itu mengagetkan teriakan angkuh
kedua teinga yang tertutup lambaian cinta
mengarah pada bebatuan nakal ditepi sungai
tersadarkah bayang rembulan itu
ketika dunia tak lagi bersuara
ketika mentari tak lagi menyinari
taukah rembulan itu
ketika bunga tak lagi menjadi bunga
ketika indah tak lagi disebut indah
dan ketika semuanya musnah
jantung ini akan tetap berdegup melihat matanya
kedua teinga yang tertutup lambaian cinta
mengarah pada bebatuan nakal ditepi sungai
tersadarkah bayang rembulan itu
ketika dunia tak lagi bersuara
ketika mentari tak lagi menyinari
taukah rembulan itu
ketika bunga tak lagi menjadi bunga
ketika indah tak lagi disebut indah
dan ketika semuanya musnah
jantung ini akan tetap berdegup melihat matanya
Langganan:
Postingan (Atom)
