DiaryMainan
Kumpulan puisi dari pengalaman sehari-hari
Sabtu, 17 Oktober 2015
OKTOBER
ku kabarkan padamu bahwa hari ini mendung melilitku
mengenai ingatan yang susah payah ku enyahkan
mengenai seseorang yang susah payah ku lupakan
tapi oktober
kau datang sebagai bulan kelahirannya
yang seharusnya aku bisa menggenggam tangannya
sembari membingkai dengan doa di punggung nyamannya
oktober
aku penasaran sekali
pernahkah ia mengingatku?
meski sekali
oktober
apakah ia baik-baik saja
apakah ia makan dengan teratur
apakah ia kurus
apakah ia bahagia
oktober
oktode
otniel
18 Oktober 2015
00:48 Kediri
Kamis, 05 Maret 2015
Aku dan Cerita
Ku ceritakan tentang pekat
Pada malam yang terpenjara lelap
Bertudung bintang
Berjubah kehangatan
Ku ceritakan tentang pagi
Surya yang mengais bumi
Menelanjangi dunia
Bersama cahaya silaunya
Ku ceritakan tentang setapak jalan
Sempit yang menikung
Satu satu menapaki punggung
Wahai setapak jalan
Ku harap kau datang tahun depan
Setapak yang jadi bertapak tapak
Tak habis tergerus jejak
Datang dan tinggal
Jangan menghilang
Kediri, 5 maret 2015
Kamis, 19 Februari 2015
Sepertiga Ingatan
Aku bertemu denganmu lagi
Kau ada bersamaku
Namun namamu
Bukan nama yang dulu
Aku tetap berdiri di balik punggungmu
Memeluk harap seraya berdoa
Ku mohon jaga simpul ini
Baju putihmu
Potongan rambutmu
Selalu itu yang kau perlihatkan
Maukah kau datang kembali?
Dapatkah kau tinggal lebih lama lagi?
Hanya dalam mimpi
Saat takdir tak siap dengan kita
Datanglah kehadapanku
Saat takdir setuju dengan kita
Aku mengingatmu seperti orang bodoh
Aku perlu menjadi pandai karna aku punya Tuhan
Kau harap ingatanmu
Pernah menjadi bodoh
Karna aku
Lalu menjadi pandai karna Tuhan mu
Kau,,, berdoalah
Ku tunggu disana.
Kediri, 19 Februari 2015
Minggu, 15 Februari 2015
Lembayung
Selamat pagi lembayung
Lama sudah aku tak berkisah tentangmu
Bukan karna aku lupa
Tapi karna aku tak yakin caranya
Lembayung yang ku banggakan
Dahulu daunmu terasa kuat
Tak akan robek oleh dentuman rinai hujan
Dahulu batangmu begitu kokoh
Meski bahasa mata berkata
Kecil dan rapuh
Lembayung,,,
Engkau baru saja bertumbuh
Pada lahan yang ku miliki
Menyesalkah engkau besar disana?
Tak maukah kau hidup disana?
Lembayung,,
Aku tak lupa oleh puisi bijimu
Tentang hatimu yang gembira
Tentang akarmu yang kuat dilahanku
Tapi lembayung,,,
Daunmu juga batangmu
Kini menyerah dan keriput
Oleh bekunya musim kemarin
Hatimu tak lagi sesegar dahulu
Warnamu tak lagi sejujur dahulu
Apa kau tak tau watak dunia?
Ia tak akan bertahan dengan satu musim
Kau,,,
Entah mengapa
Kau,,,
Bagaimana bisa
Kau,,,
Membuatku lelah
Aku,,,,
Tak lagi tau bagaimana berkisah
Kediri, februari, selepas subuh. 2015
Jumat, 09 Januari 2015
Dongeng
Apa yang akan terjadi
Jika pelangi tak lagi berbeda
Apa yang akan terjadi
Jika bulan tiada lagi hangat
Apa yang akan terjadi
Jika langit cerah tak lagi biru
Kau menginginkan perubahan
Keindahan yang semestinya indah
Menjadi indah karna terpaksa
Indah di mata mu
Tak cukup indah di mata tetanggamu
Apakah matamu kau gunakan bergantian?
Selama aku memelukmu
Ku berikab pelukan jujur apa adanya
Selama aku menghirupmu
Aku tak pernah berpura pura bernafas
Tapi kau inginkan sandiwara
Kau ingin aku jadi tokoh yang bagaimana?
Apa kau suka hidup dalam dongeng?
Sayang...
Ini dunia nyata
Kita benar -benar sadar disini
Kau ingin mencoba akting ku?
Kenapa aku harus menjadi orang lain untuk mencintaimu?
Bahkan semenit pun tak kau tabung untuk ku
Malang, 9 Januari 2015
Senin, 29 Desember 2014
Biji Salak
Satu biji salak terlempar
Ke pelataran sebuah rumah
Ia tersentak beberapa kali
Sebelum kemudian ia terhenti
Sejenak ia berpikir
Oh mungkin aku akan tumbuh disini
Di atas tanah yang terpilih
Dengan selimut hangat mentari
Langkah kuat terlihat dari ujung matanya
Dua jejak yang ditinggalkan
Menyeramkan
Tak beraturan
Belum berhenti ia memperhatikan
Langkah kuat itu menyepaknya
Terpelantinglah ia
Tiga hasta jauhnya
Ia kembali terhentak beberapa kali
Dalam tiap hentakkan itu ia berontak
Tapi angin mencengkeram setiap sisi tubuhnya
Seolah mereka membentak
Diamlah!! Kau bodoh!!
Ia tetap memberontak
Semakin mencoba semakin habis tenaganya
Tiba lah ia diperhentiannya
Ini bukanlah tempat yang ia inginkan
Tanah tandus
Jauh dari hangat mentari
Mungkinkah dia bisa hidup?
Apakah ia meminta untuk ini?
Apakah ia baik-baik saja?
Dia tidak pernah baik-baik saja.
Kediri, 29 Desember 2014
,,and feel hurt too
Jumat, 26 Desember 2014
Ayah
Ayah,,,
Tak hanya engkau yg ingin membagi nafasmu untk kami anakmu
Tapi aku pun juga ingin membagi nya dengan mu
Ayah
Aku tak pandai berpuisi tentang bgaimana aku menyayangimu
Semoga engkau bisa merasakannya
Meski tak terucap
Meski tersirat dalam kebekuan ku
Ayah
Rinai dari matamu membuatku begitu kecil
Jika saja aku seorang ahli
Tanpa kesana kemari
Kau akan terobati
Ayah
Bersabarlah
Tuhan kita begitu peduli
Ia memberi kesempatan pada kita
Untuk bisa lebih dekat dengan Nya
I will always love you
My superhero
My great father
Kediri, 26 Desember 2014