Riak-riaknya tak pernah putus
Entah disentuh atau tak tersentuh
Ia seperti bergetar setiap hari
Tak kenal letih siang sampai pagi
Ia seperti awan
Menggelayut di atas rerumputan
Hijaunya menyenangkan
Layunya menyakitkan
Terkadang lebih terliat seperti bulan
Satu titik diantara hitam
Bersinar sendirian
Berteman kesepian
Begitulah nestapa merindui cahaya
Berganti sepanjang musim
Memuai sepanjang siang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar