Selasa, 15 April 2014

Merindui Cahaya



Riak-riaknya tak pernah putus
Entah disentuh atau tak tersentuh
Ia seperti bergetar setiap hari
Tak kenal letih siang sampai pagi

Ia seperti awan
Menggelayut di atas rerumputan
Hijaunya menyenangkan
Layunya menyakitkan

Terkadang lebih terliat seperti bulan
Satu titik diantara hitam
Bersinar sendirian
Berteman kesepian

Begitulah nestapa merindui cahaya
Berganti sepanjang musim
Memuai sepanjang siang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar