Jumat, 11 April 2014

Pecinta Ulung

mentari pagi
sinarnya mencumbui bumi
tak lelah hingga senja menghampiri
mengajaknya bersembunyi
bercengkerama di balik punggung jagat raya

mereka terpisah oleh waktu
mereka juga terpisah oleh takdir
namun mereka setia
membuat janji dikala senja
menepatinya dikala pagi

mereka bersabar
hari demi hari
sejak kelahiran adam
hingga kematian garis keturunannya
mereka tak pernah mengeluh

mereka pecinta ulung
kala petir memekakkan telinga
kala camar-camar menyombongkan sayapnya
mereka hanya tertawa

 mereka membela dengan lihai
"masih indah kesabaran kami
masih indah cinta kami
masih indah pengabdian kami
dan masih berharga pengorbanan kami"





Tidak ada komentar:

Posting Komentar