sebentuk awan tetap disanamenggantung tak bertuan, sendirian
waktu terus berjalan
seperti biasanya, awan itu tetap sama
senyumnya bersahabat
langkahnya bersahabat
kehidupannya pun bersahabat
namun hari ini
ketika mataku mulai bangun
tak ku lihat awan bergantung dikelopak langit
entah apa yang membuatnya pergi
mataku hanya berperan sebagai mata
tak pernah lebih
karna kelebihan itu tak nyata