dalam kehidupan ketiga
berjalan pilu dan hanya terjadi pada ku
perjalanan yang dimulai sejak dulu
tak membuat ku berhenti untuk mengahiri
ketika kau berpikir tentang nafasmu
kau berhak melakukan apa pun
ketika kau berpikir tentang hidup mu
kau berhak berpikir tentang kehidupan lain
dalam tragedi yang membuat kaki ku patah
aku masih bisa menggantinya dengan yang ketiga
ku rasa, peran ini mulai bersahabat dengan ku
sebagai penyelamat dan akan terus berpikir sebagai penyelamat
bulan tak selalu dibutuhkan bumi,
namun matahari, adlah rusuk dari bumi itu sendiri
Selasa, 12 Juni 2012
Jumat, 08 Juni 2012
perginya senja
Sepeninggal senja
Langit leluasa memamerkan gundahnya
Hingga bintang kehilangan kesempatan
Bulan tak lagi berani
Mentari kehilangan kendalinya
Diatas pikiran ini
Jemari penuh dosa menari
Terbelenggu dalm kehidupan
Tentang hari-hari yang tetap saja sama
Sebongkah perasaan yang tak pasti
Tetap bersemayam tanpa tau nama nya
Hingga sepersekian detik berakhir
Ia kehilangan akal nya.
kembali bercengkrama
Kembali lagi
Ku mulai dengan menyapa secarik kertas
Menjadikan nya sahabat setia
Tempat berbagi suka duka
Diwaktu yang terjadi ini
Ku kisahkan padanya tentang sebuah pukulan
Pukulan yang terasa sakit di dada
Kau tak kan tau bagaimana mengakhiri nya
Kau hanya tau tentang satu pertanyaan “ kenapa”
kenapa pukulan itu terasa sakit
Kala dia tersakiti
Kenapa pukulan itu datang
Kala nafas lain menghampiri
Dan kenapa sosok itu seperti kehilangan nama nya
Menyayangi berarti berani jatuh dan tersungkur
Menyayangi berarti berani diam
Dan menyayangi berarti berani bertahan.
Langganan:
Postingan (Atom)