Dalam pekat ku terdiam
Membayangkan keindahan fajar
Kesegaran yang menggantung
Tak kunjung pergi hingga ayam terbangun
Senja kali ini berjalan tergesa-gesa
Mengajak malam untuk menyimpulkan keindahan
Mengajak bintang berdiri tanpa bulan
Meyakinkan segepok hati tentang kekuatan
Malam ini bertalu dengan sendu
Mengajak menyentuh luka
Luka yang belum sepenuhnya kering
Terlalu dini untuk membuka perban
Terlalu dini untuk berkata sembuh
Luka ini
Membuka mulutnya, menertawakan kecerobohan
Dan menutup mata dengan kemenangan