Sabtu, 28 Juni 2014

Ruang Masa Kecil

Ada sebuah ruang dalam rumah ini
Dimana saat aku memasukinya
Aku bukanlah seorang yang dewasa

Usiaku di ruangan itu
Adalah usia 6 tahun

Dinding-dinding nya bercerita
Tentang bagaimana aku menyusun daftar persahabatan

Usia 6 tahun
Aku mengenal istilah sahabat
Di usia itu pula jenis sahabat lahir di kepalaku

Ruang itu
Bercerita tentang bagaimana tingkahku
Kenakalan ku terasa lucu
Dan terasa menjijikkan

Tapi dinding disana tetap iklas
Dan ia bangga melihat ku tumbuh

Kediri
Ramadhan pertama, 29 Juni 2014

Selasa, 24 Juni 2014

Jamuan Dari Mu

Aku benar-benar mabuk kali ini
Tak pernah ku duga
Bahwa apa yang tersaji
Menjadi begitu nikmat untuk diteguk

Pelan,,,
Ku cerna
Dan ku simpan

Alasan mu mencintaiku
Yang aku sendiri tak pernah sadar
Seperti itukah aku?
Atau mungkin memang hanya saat itu

Kau menjamu ku dengan ramah
Tersedia sudah makanan nikmat
Di atas tanganku
Tapi,,
Aku masih terlalu kenyang

Mari duduk berdampingan
Kenali mataku, telingaku dan aku
Aku pun ingin berjabat terlebih dahulu
Dengan matamu, telingamu, kamu dan hati mu

Arin
Malang 25 Juni 2014

Sabtu, 21 Juni 2014

Bukan Aku

Ku masuki ruangan kecil
Setumpuk benda masakini
Masih duduk manis disana

Dari pintu
Aku masih aku
Ketika memasuki ruang utama
Aku tak lagi aku

Aku berkaca
Bayanku berkata
Aku paham padamu

Maka cobalah untuk bertahan
Tak usah kau hitung hari
Tanpa perintah pun
Mereka tetap berlari

Arin
Malang, 22 Juni 2014

Jumat, 20 Juni 2014

Terimakasih

Terimakasih
Kau julurkan tiraimu
Sebelum mataku menjamahmu

Terimakasih
Kau hentikan kaki ku
Sebelum aku berlari padamu

Terimakasih
Kau membuatku semakin terjaga
Waspada

Arin
Malang, 20 Juni 2014

Jumat, 13 Juni 2014

Kau Tak Sendiri

Ia bercerita tentang sebuah perjalanan
Jalanan yang dilaluinya
Empat meter lebarnya

Ia bercakap denganku
Di jalanan itu ia bermodal 2 telinga
Juga 2 mata, tangan dan kaki

Ia bilang padaku
Setiap waktu ia bisa terkulai
Oleh mereka yang mengendarai jabatan

Ia akan berhenti jika orang lain beraksi

Aku mendengarkannya dalam diam
Hatiku  bergulir bersama air mata

Aku ingin memeluknya
Berkata bahwa kau luar biasa

Kau tak bisa bercermin pada dirimu sendiri
Jadi jangan pernah berkata 'hanya'

Aku ada disini
Mendengarmu
Aku ada disampingmu
Menggenggam tangan mu
Aku ada
Kau tak sendiri

Arin
Malang, 14 Juni 2014

Minggu, 08 Juni 2014

Kepahaman Ku

Sebelumnya aku tak paham
Tentang bagaimana langit begitu menenangkan
Birunya begitu mendamaikan

Aku pun belum paham
Mengapa pelangi begitu yakin
Dalam perbedaan
Perbedaan yang memanjakan pandangan

Hingga suatu sore
Kau mendatangiku
Dengan nada-nadamu
Kau memperkenalkan dirimu

Dari sana aku belum sepenuhnya paham
Karna hatiku dungu untuk orang asing sepertimu

Nadamu tetap konsisten
Membaca narasi cerita
Di depan mataku
Harapmu pahamku bersamaku

Aku adalah orang yang bisa tersungkur dengan nada
Itu rahasia
Namun kau telah mengoyaknya

Kau kuasai telingaku
Merambatkan nadamu menuju benda yang paling ku jaga
Aku tak bisa menyerahkannya begitu saja

Jadi tunggulah disana
Dan buat aku percaya

Arin
Malang, 9 Juni 2014