Kamis, 19 Februari 2015

Sepertiga Ingatan

Aku bertemu denganmu lagi
Kau ada bersamaku
Namun namamu
Bukan nama yang dulu

Aku tetap berdiri di balik punggungmu
Memeluk harap seraya berdoa
Ku mohon jaga simpul ini

Baju putihmu
Potongan rambutmu
Selalu itu yang kau perlihatkan

Maukah kau datang kembali?
Dapatkah kau tinggal lebih lama lagi?

Hanya dalam mimpi
Saat takdir tak siap dengan kita

Datanglah kehadapanku
Saat takdir setuju dengan kita

Aku mengingatmu seperti orang bodoh
Aku perlu menjadi pandai karna aku punya Tuhan

Kau harap ingatanmu
Pernah menjadi bodoh
Karna aku

Lalu menjadi pandai karna Tuhan mu

Kau,,, berdoalah
Ku tunggu disana.

Kediri, 19 Februari 2015

Minggu, 15 Februari 2015

Lembayung

Selamat pagi lembayung
Lama sudah aku tak berkisah tentangmu
Bukan karna aku lupa
Tapi karna aku tak yakin caranya

Lembayung yang ku banggakan
Dahulu daunmu terasa kuat
Tak akan robek oleh dentuman rinai hujan
Dahulu batangmu begitu kokoh
Meski bahasa mata berkata
Kecil dan rapuh

Lembayung,,,
Engkau baru saja bertumbuh
Pada lahan yang ku miliki
Menyesalkah engkau besar disana?
Tak maukah kau hidup disana?

Lembayung,,
Aku tak lupa oleh puisi bijimu
Tentang hatimu yang gembira
Tentang akarmu yang kuat dilahanku

Tapi lembayung,,,
Daunmu juga batangmu
Kini menyerah dan keriput
Oleh bekunya musim kemarin

Hatimu tak lagi sesegar dahulu
Warnamu tak lagi sejujur dahulu
Apa kau tak tau watak dunia?
Ia tak akan bertahan dengan satu musim

Kau,,,
Entah mengapa
Kau,,,
Bagaimana bisa
Kau,,,
Membuatku lelah
Aku,,,,
Tak lagi tau bagaimana berkisah

Kediri, februari, selepas subuh. 2015