Jumat, 31 Agustus 2012

Dayang








Camar-camar disana mengabarkan dengan gembira hadirnya pangeran malam
banyak dayang berlomba-lomba keluar dari persembunyian
hanya untuk sebatas menikmati wajahnya
dan berharap sinarnya membias ke hati mereka

namun di tempat tersembunyi
masih tertinggal dayang kecil tak berteman
menunggu keajaiban malam
berharap prajurit mengoyak beban dan membebaskannya

dipandangnnya langit muram di ufuk timur
sama muram dengan keadaannya
tentang rindu yang tiada tersampaikan
tentang cinta yang tiada kepastian
tentang penantian yang tiada ujung pemberhentian

disapukannya wajah kotor itu dengan tangan naif
tak mampu pergi dari hati yang tak pasti
hanya bertahan dan percaya kepada pencipta rasa
disana ia menggantungkan nasibnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar