kemarin ku sapa kembali lintang yang gagah itu
ku lontarkan kerinduan yang mengganggu
terjerat ganasnya ruang tak berpintu
terlalu mudah mencintaimu
terlalu sulit pergi dari mu
kemarin ku tuliskan puisi sendu
berharap kau juga menunggu
entah kapan semuanya berlalu
hanya satu yang ku tau
aku mulai terbiasa menunggu
akankah kau seperti aku?
akankah kau beri hatimu?
kepada arang yang selalu sendu
kepada awan yang tak kenal biru
kepada kupu - kupu yang slalu berlalu
biarlah Tuhan yang tau
bagaimana perasaan ku padamu
biarlah rentetan ini yang jadi saksi bisu
atas semua kenangan ku bersamamu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar