satu kedipan itu mengagetkan teriakan angkuh
kedua teinga yang tertutup lambaian cinta
mengarah pada bebatuan nakal ditepi sungai
tersadarkah bayang rembulan itu
ketika dunia tak lagi bersuara
ketika mentari tak lagi menyinari
taukah rembulan itu
ketika bunga tak lagi menjadi bunga
ketika indah tak lagi disebut indah
dan ketika semuanya musnah
jantung ini akan tetap berdegup melihat matanya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar