Aku melihatnya berpendar di ketinggian malam
Lama sudah tak ku lihat indahnya
Duduk berjajar diantara anak adam
Ia hanya separuh dari kata utuh
Ku rasakan bagaimana haru biru kerinduan
Sunyi dan gersang
Tapi kemarin
Ia menemukan tempat seperti surga
Ia duduk disana
Memaku diri dan tenggelam bersama mata yang tersembunyi
Benar
Bayangan yang dicintainya
Meninggalkan senyuman
Pada dinding di hadapannya
Kediri, 3 Agustus 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar