terlihat kebiruan disana
menanti sepasang tangan berbalut warna
entah apa yang akan tergambarkan
berharap warna itu mengindahkan
dikursi ini duduklah wanita berkepang
sendirian menanti sebuah kedatangan
matanya meraba keseluruh penjuru
sudut demi sudut ia sibakkan
hangat bulan turut menemaninya
tak kunjung ia temukan kala mentari kembali beradu
tak ada yang tau ketika ia bernada pilu
hanya Tuhan dan hati yang mampu berseru
Tidak ada komentar:
Posting Komentar